Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Baca entri selengkapnya »

CERPEN: Edelweis

Posted: 23/05/2012 in Public

EDELWEIS

Oleh: Asman Abdullah

Inilah aku meninggalkan semua cerita dirimu, tentang kita, dan semuanya,  bersama perjalanan ratusan kilometer ke tempat para “bangsawan Indonesia”.  Aku tidak tahu, mungkin ini sebuah pelarian atau tindakan kepengecutan yang tidak bisa menerima penghianatan cinta. Udara dingin kereta api kelas ekonomi membawa suasana hati ikut membeku bersama ingatan kebersamaan kita di hari-hari yang dipenuhi dengan tawa manismu.

Akhinya aroma kota Jakarta mulai tercium dari hutan beton yang menghiasi kota megapolitan ini. Menurut sejumlah pakar perkotaan, kota Jakarta saat ini bukan lagi kota metropolitan tapi sudah menjadi kota megapolitan. Itu kata para pakar namun bagiku semua nampak sama, tetap saja saya merasakan kesunyian dari bisingnya suara mesin kendaraan setiap kami melewati beberapa stasium sebelum tiba di stasium senen. Menetap jauh kearah depan yang terlihat hanya lalu lalang pedagang asongan seakan tak pernah lelah menjajakan barang dagangan hingga stasiun terakhir. Teriakan mereka tak peduli dengan penumpang yang sedang tidur, hanya ada satu hal menjadi prinsip ‘setiap kesempatan adalah peluang untuk mengais reseki’, pikirku’ inilah hukum ekonomi yang berlaku di kereta api.

Setibanya di stasium senen bersama dengan dua kawan supporter dari Yogyakarta kami menuju ke daerah tanah abang untuk menumpang menginap di kost teman. kepergian kami hanya untuk mendukung tim kesayangan kami, PSM Makassar yang akan berlaga di lebak bulus menghadapi Persija Jakarta. Rencananya kami akan tinggal di Jakarta dua hari saja. Segala keperluan kami selama tinggal di Jakarta dibantu oleh Yudi, salah seorang koordinator supporter PSM wilayah Jakarta dan Bandung. Baca entri selengkapnya »

Program Pengembangan Potensi dan Pemberdayaan Anak dengan Pola Asuh Demokratis

Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja, namun anak-anak memiliki masa kecil sekali…(Unknow)

Bicara tentang anak, maka ia sungguh ibarat kanvas putih yang siap dilukisi. Dan orang tua adalah orang pertama yang akan melukiskan warna-warni pada kanvas putih tersebut. Apa yang kita torehkan, seperti itu pula anak terbentuk.

Kita tahu, bahwa mendidik anak bukanlah tugas yang mudah. Orang tua dituntut untuk belajar terus menerus dalam hal ini. Meski tidak ada satu carapun yang mengantarkan kita menjadi Ibu yang sempurna, namun ada sejuta cara untuk menjadikan kita Ibu yang baik. Salah satu caranya dengan memahami dunia anak. Baca entri selengkapnya »

BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang masalah

Layanan bimbingan dan konseling merupakan layanan yang diperuntukkan untuk semua individu (baik yang mempunyai masalah maupun tidak) yang sedang berkembang. Pada dasarnya layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk mengenal, memahami dirinya dan mengembangkan potensi yang ada dan pada akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya secara utuh.

Selama ini masih berkembang bahwa layanan bimbingan dan konseling hanya diperuntukkan pada individu yang sedang mempunyai masalah, sehingga citra (image) seorang konselor adalah tempat mengadunya individu yang bermasalah saja. Dan, jika konselor di sekolah sebutannya adalah “polisi sekolah”, padahal tugas dan wewenang konselor di sekolah bukan hanya mengurusi secara administrasi saja melainkan segala aspek dan seharusnya konselor dapat menangani. Pertanyaan berikut, jika konselor di sekolah hanya diperuntukkan untuk individu bermasalah, bagaimana individu yang sedang berkembang, apakah tidak membutuhkan bantuan atau bimbingan dari seorang konselor?.

Untuk menjawab tantangan tersebut, maka para ahli dalam bidang bimbingan dan konseling telah mengusahakan agar tugas dan wewenang konselor dapat dirasakan dan dinikmati oleh banyak orang bukan hanya orang yang membutuhkan saja. Organisasi bimbingan dan konseling di Indonesia yaitu ABKIN telah mencoba untuk menjawab hal tersebut. Sehingga eksistensi seorang konselor dapat dilihat dan disejajarkan dengan profesi-profesi pada bidang yang lain.

Pada masa sekarang bidang bimbingan dan konseling sudah mulai berkembang baik dari mulai memahami konsep bimbingan dan konseling, materi layanan yang akan diberikan, subyek layanan yang masih menjadi wewenang seorang konselor, strategi bimbingan dan konseling, kompetensi seorang konselor berdasarkan pada Standar Kompetensi Konselor Indonesia (SKKI) yang dibuat oleh ABKIN, dan evaluasi dari program bimbingan dan konseling maupun evaluasi untuk seorang konselor. Pada makalah ini kelompok kami mencoba untuk membahas strategi layanan bimbingan dan konseling tentang Layanan Responsif.

 

1.2         Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:

“Apa dan Bagaimanakah strategi layanan bimbingan dan konseling pada layanan responsif?” Baca entri selengkapnya »

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Setiap umat Islam diperintahkan oleh Allah SWT. agar teguh beriman dan bertaqwa dengan tujuan hidupnya mendapat ridha Allah, sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebanar-benar taqwa; dan janganlah kamu sekali-kali mati, kecuali dalam keadaan beragama Islam (muslimin).”

Kekautan Iman dan Taqwa umat Islam yang tertanam dalam-dalam di dirinya akan memberikan dampak pisitif kepada lingkungan keluarga, masyarakat, bahkan dunia. Keluarga akan menjadi damai dan tentram (sakinah) dimana setiap anggota keluarga (Ayah, Ibu, Anak-anak, dan anggota keluarga) di rumah tersebut taat beribadah kepada Allah, banyak berbuat baik untuk kemajuan keluarga dan menghormati serta cinta kepada orang tua dan sebaliknya. Rumah tangga atau keluarga sakinah dapat diartikan sebagai suatu sistem keluarga yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, beramal saleh untuk keluarga-keluarga lain disekitarnya, serta berwasiat atau berkomunikasi dengan cara bimbingan yang haq,kesabaran, dan penuh dengan kasih sayang (QS. Ar-Rum: 21, Al’asr: 3).

Namun di dalam perjalanan sebuah keluarga, sering ada jalan godaan, gangguan, bahkan mungkin juga bencana. Hal ini membuat seisi keluarga merasa susah, sedih, bahkan ada pula yang jadi berantakan.ketenangan yang dicita-citakan oleh semua anggota keluarga menjadi terguncang karena salah seorang anggotanya yaitu buah hatinya tiba-tiba menggunakan obat-obatan terlarang (Narkoba).  Apakah orang tua akan langsung bersikap emosional dengan bertindak gegabah,? Misalnya memerahi, memukuli, bahkan mengusir anak sendiri? Ataukah melakukan pendekatan yang ramah, ikhlas, memahami, empati terhadap perasaan anak itu?

Jika dibeberkan banyak sekali kasus anak dan remaja, serta kasus keluarga lainnya seperti dalam hubungan suami-isteri yang membuat keluarga itu menjadi terganggu bahkan berantakan. Akibatnya pendidikan dan kesehatan anak turut berantakan pula. Namun di pembahsan ini, kami hanya mengambil tiga permasalahan saja, diantaranya: (a) Keluarga Single Parent, (2) Keluarga Korban Narkoba, dan (3) Keluarga Korban Perceraian.

 

B.       Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:

“Bagaimana cara melakukan konseling keluarga terhadap keluarga single parent, keluarga korban narkoba, dan keluarga korban perceraian?” Baca entri selengkapnya »

BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang

Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, yaitu usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang – orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, terutama dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat dewasa mempunyai banyak aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber. Seperti, perubahan intelektual yang mencolok. Transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini, dapat memungkinkan seorang remaja untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang pada kenyataannya hal tersebut merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini.[1]

Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka tidak “kuper” dan “jomblo” yang biasanya jadi anak mama. “Banyak teman maka banyak pengetahuan”. Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. Mungkin mereka suka hura-hura, suka dengan yang berbau pornografi, dan tentu saja ada yang bersikap terpuji. Benar agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan.

Masa remaja merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja dapat dicirikan dengan banyaknya rasa ingin tahu pada diri seseorang dalam berbagai hal, tidak terkecuali bidang seks. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, organ reproduksipun mengalami perkembangan dan pada akhirnya akan mengalami kematangan. Kematangan organ reproduksi dan perkembangan psikologis remaja yang mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non elektronik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual individu remaja tersebut.

Dan hal tersebut di atas terjadi kepada siswa SMK salah satu di kota Bandung yang bernama Izal (nama disamarkan) berumur 16 tahun. Yang awalnya hanya sekedar coba – coba, hingga akhirnya menjadi hypersex. Ini semua tidak lepas dari penyebab mengapa dia melakukan hal tersebut baik faktor dari diri sendiri, teman, ataupun keluarga. Permasalahan yang terjadi pada klien akan kam kupas dalam laporan penelitian yang telah kami buat dengan judul “Penyebab dan Akibat Seks Bebas Terhadap Perilaku Remaja.” Baca entri selengkapnya »

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk hidup yang sangat istimewa, karena manusia berbeda dengan makhluk yang lainnya. Manusia diberi akal dan pikiran untuk bertindak sesuai dengan etika dan nilai – nilai moral yang berlaku sesuai dengan kehendaknya, lingkungan, dan ajaran agama yang di anutnya. Nilai – nilai dan norma – norma yang memberikan arah dan makna bagi manusia dalam bertindak ialah agama.
Seorang sosiolog agama bernama Elizabeth K. Nottingham berpendapat bahwa agama bukan sesuatu yang dapat dipahami melalui definisi melainkan melalui deskripsi (penggambaran). Tak ada satu pun definisi tentang agama yang benar – benar memuaskan.
Menurut gambara Elizabeth K. Nottingham, agama adalah gejala yang begitu sering “terdapat dimana –mana”, dan agama berkaitan dengan usaha – usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaan diri sendiri dan keberadaan alam semesta. Selain itu agama dapat membangkitkan kebahagiaan batin yang paling sempurna, dan juga perasaan takut dan ngeri. Meskipun perhatian tertuju keada adanya suatu dunia yang tak dapat dilihat (akhirat), namun agama melibatkan dirinya dalam masalah – masalah kehidupan sehari – hari di dunia (Elizabeth K. Nottingham, 1985: 3-4).
Agama sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat Adikordrati (Supernatural) ternyata seakan menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan yang luas. Agama memiliki nilai – nilai bagi kehidupan manusia sebagai orang per orang maupun dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Selain itu agama juga memberi dampak bagi kehidupan sehari – hari. Dengan demikian secara psikologis, agama dapat berfungsi sebagai motif intrinsik (dalam diri) dan motif ekstrinsik (luar diri). Agama memang unik, sehingga sulit didefinisikan secara tepat dan memuaskan.
Dari uraian di atas, kami mencoba menguraikannya lebih jelas lagi dalam judul makalah “Agama dan Pengaruhnya Dalam Kehidupan Individu dan Masyarakat.”

B.    Pembatasan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, dapat di ambil rumusan masalah diantaranya sebagai berikut:
1.    Bagaimana pengaruh agama terhadap kehidupan individu?
2.    Bagaimana pengaruh agama terhadap kehidupan masyarakat? Baca entri selengkapnya »

KASUS MASALAH

Secara fisik, remaja mengalami perubahan jasmani yang cepat, yaitu dengan mulai tumbuhnya ciri – ciri keremajaan yang terkait dengan matangnya organ – organ seks, baik di lihat dari segi primernya ataupun segi sekundernya. Pertumbuhan fisik yang terkait dengan seksual ini mengakibatkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran pada diri remaja. Bahkan lebih jauhnya kondisi ini dapat mempengaruhi kesadaran beragamanya.

Masa remaja sebagai segmen dari siklus kehidupan manusia, menurut agama merupakan masa starting point pemberlakuan hukum syar’i (wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah) bagi seorang insan yang sudah baligh (mukallaf). Oleh karena itu, remaja sudah seharusnya melaksanakan nlai – nilai ajaran agama dalam kehidupannya. Pemikiran ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW., “Rufi’ al qalam ‘an tsaalatsin, ‘anishshabiyyi hattaa yahtalima, wa’aninnaa’imi hattaa yaiqidla, wa’anil majnuuni hattaa ya’qila”. Sebagai mukallaf, remaja dtuntut untuk memiliki keyakinan dan kemampuan mengaktualisasikan (mengamalkan) nilai – nilai agama (aqidah, ibadah, akhlak) dalam kehidupannya sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah/kampus, dan masyarakat. Kemampuan mengaktualisasikan nilai – nilai agamadi atas ialah kekonsistenan remaja di dalam mengamalkannya.

Bertitik tolak dari penjelasan di atas, maka penulis mencoba melakukan penelitian dengan judul “Perkembangan dan Aktualisasi Fitrah Beragama Pada Usia Remaja Akhir” terhadap salah satu mahasiswa (Tiwi-nama samaran, 19 tahun) Universitas Islam Negeri, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, tepatnya beliau duduk di semester IV Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Yang mempuyai permasalahan kurangnya mengaktualisasikan pengetahuan dan pemahaman agama yang telah di dapat, sehingga sangat berpengaruh pula terhadap prilaku beragamanya. Apalagi di usianya sekarang ini ia dibenturkan dengan permasalahan yang sangat sulit. Ini semua disebabkan karena pengaruh yang terjadi pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Baca entri selengkapnya »

BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi, telah membawa dampak berarti pada perubahan sendi – sendi etika umat Islam. Era globalisasi memiliki potensi untuk merubah hampir seluruh sistem kehidupan masyarakat baik dibidang politik, ekonomi, sosial budaya, bahkan dibidang pertahanan dan keamanan. Disamping itu tingkat kemiskinan dan kesengsaraan umat Islam semakin meningkat,yang berakses bagi timbulnya berbagai problem sosial dan keagamaan.

Berbagai penyakit masyarakat seperti pencurian, perampokan, penodongan, korupsi, pelanggaran HAM dan sejenisnya merupakan problema mendasar umat Islam saat ini. Ekses yang sangat mendasar dari problema tersebut adalah timbulnya pendangkalan iman, sebagaimana disinyalir dalam sebuah ungkapan“Hampir Saja kefakiran itu menjadi kekafiran“. Dalam menghadapi serbuan bermacam-macam nilai, keagamaan, pilihan hidup dan sejumlah janji – janji kenikmatan duniawi, dakwah diharapkan bisa menjadi suluh dengan fungsi mengimbangi dan pemberi arah dalam kehidupan umat. Dakwah ke depan menempatkan perencanaan dan strategi yang tepat dengan merujuk kepada metode dakwah Rasulullah SAW.

Para intelektual muslim dapat merumuskan konsep dan metode dakwah untuk generasi muda, orang dewasa atau objek dakwah bagi berbagai lapisan masyarakat yang tingkat pemahaman keagamaannya tergolong rendah atau sebaliknya bagi masyarakat yang tingkat pendidikannya tergolong tinggi, sehingga materi dakwah sesuai dengan objeknya.

Materi dakwah yang tepat untuk menghadapi masyarakat modern ini adalah materi kajian yang bersifat tematik. Artinya Islam harus di kaji dengan cara mengambil tema – tema tertentu yang sesuai dengan tuntutan zaman. Sedangkan fasilitas yang tepat adalah dengan menggunakan media cetak dan elektronik. Kenapa demikian? Karena dengan menggunakan media cetak dan elektronik hasilnya akan lebih banyak serta jangkauannya lebih luas. Sesuai dengan uraian di atas, maka kami mencoba untuk membahasnya dalam makalah dengan judul “Metode Dakwah: Solusi Untuk Menghadapi Problematika Dakwah Masa Kini (Kontemporer)”.

1.2         Pembatasan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka kami mengambil rumusan masalah diantaranya sebagai berikut:

  1. Apa pengertian dari dakwah kontemporer?
  2. Bagaimana problematika dakwah pada masa kini?
  3. Apa saja metode yang digunakan dalam dakwah kontemporer?
  4. Bagaimana cara pendekatan di dalam mengaplikasikan metode dakwahnya tersebut? Baca entri selengkapnya »